Cara kerja mesin jahit

Ilmu yang berhubungan dengan cara kerja mesin jahit adalah ilmu Kinematika.

Jadi pergerakan mesin jahit atau cara kerja mesin jahit dapat dipelajari dengan mempelajari ilmu Kinematika.

Ilmu Kinematika adalah ilmu yang mempelajari tentang gerak benda tanpa memperhitungkan penyebab gerak atau perubahan gerak.

Pengertian dasar dari kinematika benda titik adalah pengertian lintasan hasil pengamatan gerak.

Keadaan gerak ditentukan oleh data dari posisi (letak) pada setiap saat.

Dalam kinematika kita mempelajari beberapa gerak yang memiliki dimensi berbeda.


Gerak 1 dimensi (lintasan berbentuk garis lurus)
1.Gerak lurus beraturan (GLB)
2.Gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
3.Gerak lurus berubah tidak beraturan

Gerak 2 dimensi (lintasan berada dalam sebuah bidang datar)
1.Gerak melingkar
2.Gerak parabola

Gerak 3 dimensi (lintasan berada dalam ruang)
1.Gerak Relatif


Dalam kinematika kita juga mempelajari beberapa besaran turunan, seperti: Perpindahan, Kecepatan, dan Percepatan.

Demikianlah singkatnya tentang hubungan mesin jahit dengan ilmu Kinematika, yang kami tulis dalam posting berjudul "cara kerja mesin jahit".

Mesin Jahit Singer Tipe 8280

Istilah dalam mesin jahit



Istilah - istilah asing dalam mesin jahit sering kita dapatkan pada "manual book" mesin jahit atau hal lainnya, tanpa atau kurangnya penjelasan pada "manual book" tesebut membuat kita bingung dalam memahaminya sehingga menyulitkan kita dalam menggunakan mesin jahit atau mesin jahit tidak dapat kita gunakan secara benar, akhirnya mesin jahit tersebut menjadi cepat rusak atau kita jadi enggan menggunakan mesin jahit tersebut.

Karena hal di atas, dalam posting ini kami menyusun istilah - istilah asing dalam mesin jahit, kami menyusunnya berdasarkan urutan abjad nya dengan harapan berguna bagi anda yang masih awam atau bingung dengan istilah tersebut.

  • Bobbin (spul/palet): tempat menyimpan benang bawah
  • Bobbin case (sekoci): tempat menyimpan bobbin/spul/palet
  • Blind hem foot: sepatu untuk ngesom
  • Buttonhole foot: sepatu pembuat lubang kancing
  • Button sewing foot: sepatu pasang kancing
  • Darning foot (embroidery foot): sepatu untuk membordir
  • Dress pin: jarum pentul
  • Embroidery: bordir
  • Fabric: kain
  • Feed dog: suatu bagian pada mesin jahit yang letaknya di bawah dan tertekan sepatu, bentuknya seperti gigi gergaji
  • Foot controller: pedal atau injakan pada mesin jahit elektrik
  • Handwheel: suatu bagian pada mesin jahit, bentuknya bulat silinder pipih, letaknya di pinggiran kanan atas mesin jahit, pada mesin jahit fungsinya diputar dengan tangan kanan untuk membantu memperlancar jalannya mesin jahit pada awal kita mulai menjahit
  • Hemmer foot (rolled hemmer foot): sepatu untuk mengelim
  • Hoop: pembidangan pada mesin bordir
  • Needle: jarum
  • Needle threader: alat bantu pasang benang ke lubang jarum
  • Presser foot: sepatu mesin jahit
  • Reverse button/lever: suatu bagian pada mesin jahit, yang apabila ditekan, pergerakkan arah kain pada saat menjahit menjadi mundur (jahit mundur)
  • Seam ripper: pendedel, alat pemutus benang
  • Spm (stitch per minute): jumlah jahitan dalam 1 menit (satuan kecepatan motor dalam mesin jahit)
  • Spool cap: ganjalan atau penahan benang atas
  • Stabilizer: kain keras
  • Stitch length: langkah jahitan
  • Stitch patterns: jenis - jenis jahitan
  • Stitch width: lebar jahitan
  • Straight stitch: jahit lurus
  • Tension: pengatur kekencangan benang atas
  • Thread breakage: benang putus
  • Thread cutter: pemotong benang yang terdapat pada mesin jahit
  • Twin needle: jarum ganda
  • Winding the bobbin: menggulung benang pada spul
  • Zipper foot: sepatu pasang resleting

Jarum mesin jahit



Jarum adalah salah satu komponen utama yang diperlukan atau digunakan dalam mesin jahit, sifatnya consumable.

Alasan yang paling utama seorang penjahit dalam memilih sebuah jarum yang akan digunakan adalah tergantung dari jenis bahan pakaiannya dan fungsinya.

Jarum itu bermacam – macam jenisnya, biasanya ditandai dengan nomor seri yang tercantum pada pembungkusnya atau jarum itu sendiri.

Untuk mesin jahit portabel, saya biasa menggunakan jarum mesin jahit dengan nomor 11, 13, 14 dan 16 (dengan kode 2020).

Tapi saya lebih sering menggunakan jarum nomor 14 karena jarum tersebut standar.

Nomor 11 bukanlah jarum terkecil tapi sudah cukup terkecil untuk sebuah mesin jahit portabel, jarum ini memiliki ujung yang lebih kecil dibandingkan dengan nomor lainnya, sehingga cocok untuk menjahit bahan yang tipis dan teksturnya rapat.

Nomor 16 bukanlah jarum terbesar tapi sudah cukup terbesar untuk sebuah mesin jahit portabel, jarum ini memiliki ujung yang lebih besar dibandingkan dengan nomor lainnya, sehingga cocok untuk menjahit bahan yang tebal dan teksturnya kurang rapat.

Ada pula jarum emas, fungsinya untuk menjahit bahan rajut (dengan kode 2045).

Jarum lainnya adalah jarum bordir (dengan kode 2001), digunakan pada mesin bordir komputer portabel, contohnya: pada mesin bordir Singer tipe Futura CE-250, Singer tipe XL-5000 dan Singer tipe XL-6000.



*Perbedaan dari bentuk lubang benang pada ketiga jarum tersebut dapat dilihat pada gambar di atas: (A) jarum emas, (B) jarum standar dan (C) jarum bordir.


Jenis jahitan pada mesin jahit portabel



Sebuah mesin jahit portabel modern dapat digunakan untuk melakukan banyak hal dalam kegiatan jahit – menjahit, seperti membuat lubang kancing, memasang resleting, semi obras, mengesom, bordir manual, quilting dan lain sebagainya, itu dapat dilakukan karena pada sebuah mesin jahit portabel modern terdapat berbagai jenis jahitan.

Awalnya sebuah mesin jahit hanya dapat menjahit lurus maju saja.

Kemudian mesin jahit ini dapat menjahit lurus mundur dan menjahit zig – zag.

Lalu ditemukanlah berbagai jenis jahitan pada mesin jahit.

Mulanya beberapa jenis jahitan yang ditemukan ini menggunakan sistem arah jahit satu arah, yaitu menjahit maju.

Dalam perkembangannya, untuk menambah keragaman jenis jahitan pada mesin jahit, digunakanlah sistem arah jahit dua arah, yaitu menjahit maju dan mundur.

Pada mesin jahit portabel modern yang canggih (digital), untuk membentuk jenis jahitan yang indah dan beragam, telah digunakan sistem arah jahit empat arah.


*Gambar di atas adalah contoh - contoh jenis jahitan yang termasuk dalam sistem arah jahit satu arah dan dua arah.


Mesin jahit portabel



Mesin jahit portabel modern memiliki bobot yang ringan, bentuk yang cantik dan fungsi yang banyak (atau multifungsi).


Dengan sebuah mesin jahit portabel modern (multifungsi), kita dapat melakukan banyak hal dalam kegiatan jahit – menjahit, seperti menjahit (fungsi utamanya), memasang kancing, membuat lubang kancing, menambal pakaian yang robek, mengesom, mengelim, bordir secara manual, semi obras dan semi overdeck serta masih banyak fungsi lainnya.


Jadi cukup dengan sebuah mesin jahit portabel modern, kita sudah dapat membuat sebuah kemeja, kaos, celana pendek, celana panjang dan lain - lain.


Mesin jahit ini biasanya digunakan untuk home industri (mesin jahit rumahan, ibu rumah tangga, butik, hobbyist, konveksi, dan lain – lain).


Mesin jahit ini tidak cocok digunakan untuk kegiatan industri yang pemakaiannya dalam waktu lama dan terus – menerus serta membutuhkan kecepatan yang tinggi untuk mendapatkan hasil yang banyak, kecuali untuk keperluan lain.




* Semi obras adalah mengobras dengan menggunakan mesin jahit, dengan menggunakan 2 benang, tanpa pemotong pinggiran kain, dengan jenis jahitan tertentu dan dengan jenis sepatu tertentu, sehingga pinggiran kain dapat terlindungi dengan baik walau terlihat tampak sederhana.



Mesin obras portabel



Fungsi obras adalah melindungi pinggiran kain dari rontoknya atau lepasnya benang - benang halus penyusun kain tersebut sehingga kain atau pakaian bertahan lebih lama.


Mesin obras digunakan untuk membentuk jahitan tertentu pada pinggiran kain (pakaian) sehingga pinggiran kain dapat terlindungi dengan baik dan terlihat indah.

Jenis – jenis jahitan yang terdapat pada mesin obras portabel modern bertujuan agar bentuk jahitan yang terbentuk pada pinggiran kain semakin terlihat indah dan pinggiran kain semakin terlindungi dengan baik serta dapat mengobras berbagai jenis kain.


Pengatur langkah jahitan yang terdapat pada mesin obras portabel modern, salah satu fungsinya adalah untuk memaksimalkan perlindungan pada pinggiran kain (pakaian).

Misalnya, jika kita memiliki kain (atau bahan) dimana tekstur pinggiran kainnya terlihat benang – benang halus penyusun kainnya mudah terlepas dan posisinya lebih berdekatan, maka kita dapat mengatur langkah jahitannya dengan jarak yang lebih rapat.

Agar lebih jelas anda dapat melihat illustrasinya seperti gambar di atas.



*Gambar 1, langkah jahitan obras standar.


*Gambar 2, langkah jahitan obrasnya kami kurangi atau rapatkan sedikit karena kami dapatkan tekstur pinggiran kainnya yang lebih rapat dan mudah terlepas.



Karena berat mesin obras portabel modern yang lebih ringan dan ukurannya yang tidak terlalu besar serta bentuknya yang cantik, kita dapat dengan mudah meletakkannya dan mudah membawanya (portabel).

Mesin obras portabel modern ini dapat menggunakan 2 benang atau 3 benang atau 4 benang, dapat menggunakan 1 jarum atau 2 jarum, dapat menggunakan loper atau tanpa loper (*loper adalah istilah asing dalam mesin obras), sehingga jika kita setting (benang, jarum dan loper) akan didapatkan 6 jenis jahitan obras.

Mesin obras portabel modern ini juga dapat digunakan untuk aplikasi lainnya (*dibutuhkan pengetahuan untuk hal tersebut).



Tips dalam menggunakan mesin jahit



Sebagian besar orang, pengguna mesin jahit, masih awam dengan peringatan – peringatan atau hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan mesin jahit.

Bisa jadi karena enggan membaca buku petunjuknya secara mendetail atau buku petunjuknya dalam bahasa asing atau trainer – nya engan/lupa menjelaskannya atau alasan lainnya.

Karena alasan di atas, dalam posting ini kami menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan mesin jahit, mesin obras dan mesin bordir portabel.

Beberapa hal tersebut, kami rangkum dalam "tips dalam menggunakan mesin jahit", sebagai berikut:

1. Gunakan Stabiliser atau UPS yang tepat untuk mesin jahit digital atau mesin bordir komputer portabel.

2. Selesai menggunakan mesin jahit atau mesin bordir, pastikan tombol power dalam keadaan OFF lalu lepaskan stekernya dari jala-jala listrik.

3. Jangan menggunakan mesin jahit atau mesin bordir jika didapatkan steker atau kabelnya dalam keadaan rusak atau terkelupas.

4. Selesai menggunakan mesin jahit, tutup mesin tersebut dengan hard cover karena jarumnya dapat melukai tubuh.

5. Rapihkan atau simpan perlengkapan mesin jahit, seperti: gunting, jarum pentul, dll.

6. Jangan menarik atau mendorong kain pada saat menjahit karena dapat mengakibatkan jarumnya patah. Saat menjahit bukanlah menarik atau mendorong kain tapi mengarahkan kain.

7. Pastikan tombol power - nya dalam keadaan OFF ketika kita memasukkan benang ke dalam lubang jarum, mengganti jarum, mengganti benang pada bobbin case dan mengganti sepatu.

8. Jangan menggunakan mesin jahit dalam ruangan tertutup tanpa ventilasi udara.

9. Jauhkan tangan dari bagian mesin jahit yang bergerak.

10. Jangan menggunakan jarum yang tumpul.

11. Jangan memasukkan benda ke bagian mesin jahit yang terbuka karena bisa jadi akan menyebabkan mesin jahit menjadi macet.